Jumat, 15 Maret 2013

psikoterapi


Pengertian psikoterapi
Istilah psikoterapi berasal dari dua kata,yaitu Psiko dan Terapi. Psiko artinya kejiawaan atau mental dan terapi adalah penyembuhan atau usada. Jadi jika diartikan secara harfiah maka psikoterapi adalah penyembuhan jiwaatau penyembuhan (usada) mental. Psikoterapi adalah suatu proses formalinteraksi antara dua pihak atau lebih yang satu profesional penolong danyang lain adalah orang yang ditolong dengan catatan bahwa interaksi itumenuju pada perubahan atau penyembuhan.

Sutardjo A Wiramihardja dalam buku pengantar psikologi klinismenyatakan bahwa psikoterapi adalah penanggulangan. Tidak penting bagaimana kita melakukan usaha dalam psikoterapi,
tetap saja intinyaadalah suatu penanggulangan.
Istilah lain yang sering digunakan ialah reedukasi, proses pertolongan, dan bimbingan; tidak sekedar pemerian ataskejadian-kejadian dalam cara penanggulangan, melainkan senantiasa dengan tujuan yang jelas, yakni menanggulangi masalah yang dihadapi klien

Kamus lengkap psikologi (chaplin) mendefiniskan psikoterapi sebagaisuatu penerapan teknik khusus padan penyembuhan penyakit mental atau pada kesulitan-kesulitan penyesuaian diri setiap hari. Dalam pengertian paling tepat, istilah tersebut mencakup teknik-teknik tertentu (psikoanalisa,bimbingan reflekstif
Atau nondirektif, psikodrama, dan setrusnya) yang digunakan oleh spesialis. Lebih longgar lagi, psikoterapi dapat mencakup pula suatu pembicaraan nformal dengan menteri atau duta,penyembuhan lewat keyakinan agama, dan diskusi personal dengan para guru atau teman.
  
Teknik utama yang digunakan oleh para psikoterapis
mencakup interview, kedalaman, pengondisian, sugesti, dan penafsiran.
Beberapa ahli juga memasukkan dalam teknik psikoterapi bermacam-macam teknikmedis,seperti psychosurgery ,
teknik elektroshok (kejutan listrik), dan kemoterapi. Tanpa memperhatikan perbedaannya, semua bentuk psikoterapi yang menggunakan teknik-teknik psikologis mempunyai ciri-ciri dasar yang sama. Semua memasukkan komunikasi akrab antar terapis dengan pasiennya dan dalamKondisi sedemikian pasien didorong serta diberanikan untuk mendiskusikan segala kecemasan dan pengalamannya yang paling intim tanpa ada pertimbangan moral atau kritisme dipihak terapis. Sebaliknya terapismemperlihatkansikap yang hangat dan memahami keadaan pasiennya, untukmembesarkan hati, dan mendorongkebebasanmengekspresikan diri, serta meminimalisasi rasa malu. Pada akhirnya tujuan semua bentuk psikoterapi merupakan modifikasi atau pengubahan tingkah.


Tujuan Psikoterapi
Tujuan dari psikoterapi secara khusus dari beberapa metode dan teknik psikoterapi yang banyak peminatnya, dari dua orang tokoh yakni Ivey, et al (1987) dan Corey (1991).
1. Menurut Corey (1991)
a) Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis adalah Membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang disadari. Rekonstruksi kepribadiannya dilakukan terhadap kejadian-kejadian yang sudah lewat dan menyusun sintesis yang baru dari konflik-konflik yang lama.
b) Tujuan psikoterapi dengan pendekatan tingkah laku adalah secara umum untuk menghilangkan perilaku dan mencari apa yang dapat dilakuakan dan mencari apa yang dapat dilakuakn terhadap perilaku yang menjadi masalah. Klien berperan aktif dalam menyusun terapi dan menilai bagaimana tujuan-tujuan ini bias tercapai.
c) Tujuan psikoterapi denagn pendekatan Kognitif-Behavioristik dan Rasional-Emotif adalah menghilangkan cara memandang dalam kehidupan pasien yang menyalahkan diri sendiri dan membantunya memperoleh pandangan dalam hidup secara lebih rasional dab toleran. Untuk membantu pasien mempergunakan metode yang lebih ilmiah atau objektif untuk memecahkan masalah emosi dan perilaku dalam kehidupan selanjutnya.
d) Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Gestalt adalah membantu klien memperoleh pemahaman mengenai saat-saat dari pengalamnnya. Untuk merangsangnya menerima tanggung jawab daridorongan yang ad di dunia dalamnya yang bertentangan dengan ketergantungannya terhadap dorongan-dorongan dari dunia luar.
e) Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Realitas adalah untuk membantu seseorang agar lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Merangsang untuk menilai apa yang sedang dilakukan dan memeriksa sebarapa jauh tindakannya berhasil.

2. Menurut Ivey, et al (1987)
a) Tujuan Psikoterapi dengan pendekatan Behavioristik adalah untuk menghilangkan kesalahan dalam belajar dan berperilaku dan untuk mengganti dengan pola-pola perilaku yang lebih bias menyesuaikan.Arah perubahan perilaku yang khusus ditentukan oleh klien.
b) Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Gestalt, adalah agar seseorang lebih menyadari mengenai kehidupannya dan bertanggung jawab terhadap arah kehidupan seseorang.
c) Tujuan psikoterapi dengan pendekatan Realitas adalah untuk memenuhi kebutuhan seseorang tanpa dicampur-tangani orang lain. Untuk menentukan keputusan yang bertanggung jawab dan untuk bertindak dengan menyadari sepenuhnya akan akibat-akibatnya. Psikoterapi merupakan alat yang dapat membantu dan penting dipelajari khususnya oleh dokter dan para profesional lain yang berperan dalam kesehatan dan kesehatan jiwa, namun perlu pula diingat bahwa teknik dan metodenya yang tertentu dan bermacam-macam tersebut memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapat dipelajari dan dipraktekkan dengan baik. Tentunya, dengan hanya membaca buku ajar yang singkat ini tidaklah mungkin mencakup keseluruhan hal mengenai psikoterapi,
namun setidaknya prinsip-prinsip dasar psikoterapi dapat dipahami, untuk dapat diaplikasikan dalam praktek sehari-hari, sehingga dapat turut menunjang upaya peningkatan mutu pelayanan kepada pasien. Secara non spesifik, psikoterapi dapat menambah efektivitas terapi lain; sebagai suatu yang spesifik atau khusus, sebagaimana telah disebutkan di atas, psikoterapi merupakan rangkaian teknik yang digunakan untuk mengubah perilaku (catatan: teknik merupakan rangkaian tindakan yang dibakukan untuk mendapatkan perubahan tertentu, bukan urutan perubahan alamiah, sehingga harus dilatih untuk mencapai ketrampilan optimal). Dengan psikoterapi, seorang dokter akan dapat memanfaatkan teknik-teknik untuk meningkatkan hasil yang ingin dicapainya. Bila seorang dokter tidak mengerti atau memahaminya, sebetulnya bukan hanya tidak akan menambah efektivitas terapinya, melainkan setidaknya dapat menghindarkan hal-hal yang dapat merugikan pasiennya.

Unsur-unsur Psikoterapi
Masserman (1984) melaporkan delapan ‘parameter pengaruh’ dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi.
1.      Peran social (martabat)
2.       Hubungan (persekutuan tarapeutik)
3.        Hak
4.       Retrospeksi
5.      Re-duksi
6.       Rehabilitasi, memperbaiki gangguan perilaku berat
7.       Resosialisasi,
8.      Rekapitulasi


Perbedaan Psikoterapi dengan Konseling
Menurut para ahli Konseling sebetulnya tidak termasuk psikoterapi, oleh karena tidak memenuhi kriteria dan batasannya, antara lain teknik, tujuan dan orang yang melakukannya, walaupun hubungan yang terjadi di dalamnya juga merupakan “the helping relationships”.  Konseling bukan hanya hubungan profesional antara dokter-pasien, tetapi dapat dilakukan dalam berbagai bidang profesi, misalnya guru, pengacara, penasehat keuangan, dsb. 
Konseling Merupakan proses membantu seseorang untuk belajar menyelesaikan masalah interpersonal, emosional dan memutuskan hal tertentu. Fokus pada masalah klien atau pasien. Percakapannya merupakan percakapan dua arah. Bentuknya  terstruktur, yaitu terdiri atas: menyambut, membahas, membantu menetapkan pilihan, mengingatkan. Bertujuan membantu klien untuk mengenal dirinya, memahami permasalahannya, melihat peluang dan mencari alternatif penyelesaiannya. Memerlukan kemampuan melakukan komunikasi interpersonal. Konseling dilakukan dalam suasana yang menjamin rasa aman dan nyaman


Tujuan:
1. Membantu kemampuan klien atau pasien untuk mengambil keputusan yang bijaksana dan realistik.
2. Menuntun perilaku klien/pasien agar mampu mengemban konsekuensinya
3. Memberikan informasi dan edukasi

Terdapat dua tipe konseling:
a. Pengarahan untuk mengatasi kesulitan pengambilan keputusan
b. Konseling untuk membantu  seseorang  dalam  suatu  pilihan  yang  vital

Psikoterapi adalah Interaksi sistematis klien-terapis dengan memanfaatkan prinsip
psikologis, untuk melakukan perubahan pikiran, perasaan dan perilakuklien, dengan tujuan membantu klien mengatasi perilaku abnormal,memecahkan masalah dan atau berkembang sebagai individu.

Peran Efektifitas Psikoterapi :
ü  Diyakini  mampu membantu mengatasi masalah klien namun seberapa besar tingkat efektifitasnya belum diketahui secara pasti
ü  Dalam konseling : sulit mengklaim tidak berlangsung dalam kevakuman, perubahan prilaku, mungkin hasil interaksi dengan orang lain.
ü  Tidak dapat dilakukan sesaat harus hati-hati


Pendekatan Psikoterapi terhadap Mental illness
Terapi Psikoanalitik
 Figur utama: Sigmund Freud, Figur-figur lain: Jung, Adler, Sullivan, Rank, Fromm, Horney, Erikson. Secara historis merupakan system psikoterapi pertama.Psikoterapi adalah suatu teori kepribadian, system filsafat, dan metode psikoterapi.
 Pendekatan Freud psikoterapi harus dibicarakan ketika datang untuk mengobati kesehatan mental.Dia adalah orang pertama yang menemukan bahwa pasien membaik jika mereka berbicara dengan seorang terapis.Freud juga yang pertama kali mengembangkan teknik yang unik berbicara dalam psikoterapi dan teknik ini dikenal sebagai asosiasi bebas.
Dengan menggunakan teknik asosiasi bebas selama sesi psikoterapi, Freud dapat memulihkan kenangan lama terlupakan ditawan dalam pasien dan Freud percaya bahwa banyak dari kenangan ini adalah akibat dari gejala psikiatri yang dialami oleh pasien.
Pendekatan Freud psikoterapi menunjukkan bahwa seorang pasien dapat ditolong jika terapis mendengarkan dan ikut terlibat dalam apa yang dikatakan pasien. Ini benar-benar berlawanan dengan seorang terapis yang mendengarkan pasien dan menghabiskan sesi mencatat. Bahkan, Freud aktif dalam semua sesi yang ia telah dengan pasien dan percaya pada yang terlibat.
Saat ini banyak penelitian telah menunjukkan bahwa jika terapis yang aktif, empatik dan melibatkan diri selama sesi psikoterapi, hal ini sangat bermanfaat bagi pasien kesehatan mental dan pemulihan kemungkinan lebih tinggi.
Pendekatan Freud psikoterapi membuka pintu dan banyak terapis percaya dalam cara merawat pasien. Meskipun psikoterapi telah berevolusi dan berubah sejak Freud waktu, ada beberapa dasar terapis yang masih percaya dalam menggunakan pendekatan Freud karena membantu pasien mereka memenuhi tujuan mereka.


Sebutkan dan jelaskan bentuk utama terapi

Tritmen :
Terapi Psikologis :
·         Terapi Psikoanilitik
Tujuan : untuk membongkar dan mencegah konflik-konflik ketidaksadaran
Metode :
Ø  Asosiasi bebas
Ø  Resistensi
Ø  Analisa mimpi
Ø  Countertraneference

·         Terapi Humanistik
Tujuan : Menghilangkan rintangan-rintangan pertumbuhan pribadi
Tritmen :
1.      Person Centered Therapy
a.       Tujuan             :
Membawa ideal self dan real self bersama-sama focus KPD kesadaran
b.      Asumsi            :
Tiap manusia DPT sembuhkan diri sendiri, bila berada dalam lingkungan yang tepat
c.       Metode            :
Empati, Penghargaan tapi syarat, refleksi
2.      Gestalt Therapy
a.       Tujuan             :
Membawa ideal slef dan real self bersama-sama folus KPD kesadaran
b.      Metode            :
Konfron, tawaran pendapat, teknik “Chair”
   
·         Terapi Kognitif
Tujuan             : Mengubah distorsi kognisi dalam RK mengeliminasi perilaku maladaptif
Tritmen            :
Ø  Ret
a.       Peristiwa neg yang membangkitkan
b.      Kepercayaan irrasional
c.       Konsekuensi emosional
Asumsi      : Emosi MRPK hasil kognitif
A,B,C’s of emotional Distress
Tujuan       : Ubah kepercayaan distress
Ø  Beck’s Cognitive Therapy
Asumsi      : Emosi MRPK hasil kognisi
Sumber      : Dunia, masa depan, diri sendiri, overgeneralisasi, DSB

·         Terapi Tingkah Laku
Tujuan             : mendorong munculnya perilaku yang tepat melalui belajar
Tritmen            :
Ø  Pengkondisian klasik
Teknik       :
§  Flooding
§  Aversi
§  Desensitisasi sistematik
§  In-vino
§  imaginal
Ø  Pengkondisian operan
Teknik       :
Ø  Ekstingsi
Ø  Penghukuman
Ø  Token ekonomi
Ø  Icen target perilaku
Ø  ketentuan beri token
Ø  aturan penukaran
Ø  Modeling
Teknik       :
Ø  Observasi
Ø  Bertagap lakukan
Ø  Lakukan sendiri

·         Terapi Kelompok
Ø  Keuntungan
ü  Klien dapat umpat balik dari orang dengan latar belakang dan penggunaan yang berbeda
ü  Sangat baik untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan social
ü  Hemat biaya
Ø  Bentuk lain
ü  Terapi keluarga
ü  Terapi perkawinan
ü  Pok tolong diri



Sumber

Kamis, 14 Juni 2012

Inspiring Video (Kesehatan Mental)

Saya seorang anak dari keluarga yang alhamdulillah berkecukupan. saya anak ke dua dari 2 bersaudara saya mempunyai kakak laki-laki yang istimewa. kedua orangtua saya bekerja sebagai pegawai negri sipil di jakarta. Saya Punya cita-cita suatu hari nanti di masa depan yang akan datang saya menjadi orang yang sukses. yang pertama saya lakukan adalah menaikan haji orangtua saya setelah itu saya pingin sekali memberikan kendaraan yang nyaman yang bisa membuat mereka pergi dengan nyaman tanpa harus kepanasan dan kehujanan. terkadang ketika saya memikirkan itu suka down sendiri selalu muncul pertanyaan-pertanyaan " apa mungkin bisa saya menggapai cita-cita saya ?" . jujur saya terkadang ada rasa jenuh menjalani Kuliah tiap hari ini tapi ketika melihat wajah seorang Mamah mau sekesal apapun tiba-tiba gairah hidup bangkit lagi selalu ada penyemagat " IYA SAYA HARUS SUKSES DEMI MAMAH & AYAH ".
Jujur saya mempunyai dosa terhadap orangtua saya. saya sering membantah walaupun dengan halus pun saya sering menyepelekan suruhannya. saya sering berkata 'ntr atau sebentar lagi'. tapi pada sore hari tadi ketika bertemu dengan Mata Kuliah KESEHATAN MENTAL apalagi setelah menonton Video yang begitu banyak menginspirasi saya, saya diam...saya sulit berkata apa-apa./. saya hanya bisa meneteskan air mata../ saya merasa berdosa... betapa kecilnya saya selama ini betapa rapuhnya saya ini.
Saya diam karena saya baru sadar betapa kecilnya saya di banding mereka-mereka yang secara tulus menolong sesama. saya sulit berkata apa-apa karena saya sering mengeluarkan kata-kata dengan kesombongan saya padahal dalam hidup itu apa yang kita ucapkan itu yang kita taman dan yang akan kita tuai. begitu bodohnya saya sering melihat orang-orang sebelah mata. saya menangis Iya saya bersedih begitu banyak waktu yang saya buang dengan mengisi hal-hal yang kurang bermanfaat, saya sedih sering melawan orangtua padahal marah nya dia adalah bentuk kasih sayang. saya berdosa iya saya merasa berdosa telah menyakiti hati orangtua saya khususnya Mamah..
ada 2 kalimat yang membuat saya tersentuh dalam video hari ini (1) Orangtua semakin Tua semakin sensitiv (2) saya memang bukan Ayah yang sempurna tetapi saya menyayangi-mu tulus.
dua kata itu tersentuh sekali di hati saya. Kenapa ?" karena mempunyai makna dan pengalaman yang sedang saya rasain pada hari ini kepada orangtua saya.
ada 3 video yang menginspirasi saya untuk meminta maaf dan menggebu-gebu di dalam hati saya untuk saya membahagiakan mereka.
1. video ketika seorang anak yang sedang duduk berdua ditaman lalu sang Ayah bertanya "itu apa ?" 3x ayah itu bertanya dan jawaban ke 3 nya anak itu seperti membentak kepada ayahnya. lalu ayahnya masuk ke  rumah dan mengambilkan buku catatan ketika anaknya berusia 3 tahun anakanya bertanya selama 21x tentang 'burung gereja' dan ayahnya menjawab selama 21x itu dengan sabar,halus dan memeluknya.secara hangat
2. video ketika seorang anak mempunyai seorang ayah yang cacat (bisu) dan anaknya malu memeiliki seorang ayah yang cacat. ketika anaknya berulang tahun sang ayah sudah mempersiapkan dan sudah ingin meminta maaf "ayah minta maaf ayah tidak bisa bicara tapi ayah sayang padamu dengan tulus". ketika itu anaknya ditemukan dikamarnya habis menyayat nadinya dan kekurangan darah banyak sekali. sang ayah begitu sayangnya membawa kerumah sakit dan meminta dokter menyelamatkannya dan ayahnya pun menyumbangkan darahnya untuk kesembuhan anaknya
3. video kecelakaan mobil dimana dalam kejadian kecelakaan itu mempunyai arti sebelum orang-orang yang di dalam mobil meninggal seketika. dan cerita itu intinya dimana seorang pemuda-pemudi yang sering melalaikan atau meninggalkan adzan sholat.
Setelah saya meonton semua film tadi banyak sekali yang terbentuk dalam fikiran saya yang membuat saya ingin membahagiankan kedua orangtua saya. banyak inspirasi inspirasi yang masuk ke hati saya yang membuat saya tersentuh "bahwa kita di dunia ini gak akan selamanya dan harus berbagi kepada siapapun tanpa melihat apapun karena kita di ciptakan Tuhan sama"

Dalam tulisan ini saya hanya ingin berkata bahwa saya sangat sangat mencintai mamah , ayah dan juga Kakak ku. maafkan aku mamah maafkan aku ayah. kalian harus tahu bahwa semua yang ku lakukan hari ini adalah cita-citaku untuk memberangkatkan mu Haji pergi kerumah Allah. amin
dan Buat Kakak ku bagaimanapun kondisimu bagaimana pun kekurangan mu sungguh aku menyayangimu dan aku peduli akan kesembuhan dan Mukzizat dari Allah. aku punya mimpi kepadamu mas bahwa kita akan bergenggaman tangan dan melambaikan tangan kepada orangtua kita karena melihat dia pergi kerumah Allah. amin..
terimakasih ya Allah atas kekurangan ataupun kelebihan ini semua. kekurangan yang kau titipkan pada ku akan ku anggap sebagai "engkau menyayangi aku dan keluarga ku". Terimakasih terimakasih aku bersyukur atas nafas ini. terimakasih...

Minggu, 22 April 2012

Pekerjaan dan Waktu Luang

Apa hubungannya teori Maslow dengan Motivasi Kerja ?
Secara sederhana, kita bisa katakan bahwa jika kita bekerja semata untuk mencari uang demi memenuhi kebutuhan sandang,pangan, dan papan itu berarti motivasi kita terutama berada di piramida paling bawah. Di tingkat berikutnya adalah kebutuhan akan rasa aman. Hal ini, ntara lain ditunjukan dengan kebutuhan kita sndri untuk mencari pekerjaan yang sifatnya jangka panjang.,ada asuransi kesehatan untuk keluarga,ada tunjangan perumahan dll. Jika dalam mencari pekerjaan, lingkungan kerja, dan pertemanan merupakan hal yang pentingberarti motivasi kita ada ditingkat ketiga dalam piramida Maslow. Sementara, ditingkat berikutnya ada penghargaan diri. Jika kita mengharapkan pekerjaan yang bisa meningkatkan status pribadi, mendapatkan respect dari oranglain,meningkatkan rasa percaya diri,dan perasaan berharga,berarti kita berada satu tingkat di bawah puncak piramida. Sementara, di puncak piramida adalah aktualisasi diri. Bentuknya adalah keinginan kita untuk mengembangkan kemampuan diri secara terus menerus, menyelesaikan tantangan kerja yang semakin kompleks dari waktu ke waktu yaitu dengan terus mendaki jenjang karir ke level tertinggi yang bisa kita raih.
Apa pekerjaan yang disukai/tidak disukai ?
Pertanyaan ini bertujuan untuk menggali minat kita terhadap pekerjaan tertentu, menilai apakah anda memiliki profil yang sesuai dengan pekerjaan yang ditawarkan dan nilai nilai perusahaan. Untuk menjawab pertanyaan ini ita bisa selalu mendapatkan poin plus jika menyebutkan bahwa  ita menyukai tantangan baru , menyukai adanya kesempatan belajar dan pengembangan diri. Bila sudah punya pengalaman kerja, tunjukan antusiasisme dan ceritakan aspek dalam bekerja anda sekarang yang disukai dan berkaitan dengan pekerjaan yang di tuju.

Sekali lagi kami ingatkan anda tidak dapat memproduksi kebahagian tetapi anda dapat mempersiapkan lahan untuk tumbuhnya kebahagiaan. Para peneliti menemukan tujuh kualifikasi berikut pada orang orang bahagia yang ditelitinya:
1.      Terikat secara total. Pemisah yang berlebihan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan menjadi halangan untuk mencapai kebahagiaan. Orang orang yang mengintegrasikan pekerjaan dengan kehidupan pribadinya akan lebih mudah terhanyut.
2.      Berkonsentrasi pada satu kegiatan. Orang orang yang harus memberikan perhatian oleh banyak hal akan sulit terhanyut. Anda akan hanya dapat merasakan kebahagiaan pada saat mencurahkan seluruh perhatian pada satu kegiatan.
3.      Berkonsentrasilah pada saat ini. Bekerja hanya untuk mencapai jangka panjang ( mendapat banyak uang, meraih posisi tertentu ) bisa menjadi gangguan untuk merasakan kebahagiaan. Orang orang akan terhanyut jika tubuh dan pikiran secara total berada di saat yang sama, saat ini. Saat terhanyut, waktu bukan lagi masalah.
4.      Belajar menikmati pekerjaan anda. Orang orang yang terhanyut telah dapat mengbah larangan larangan dalam lingkungan kerjanya menjadi sebuah kesempatan. Mereka melihat dirinya sebagai standar untuk kualitas dirinya. Uang dan pengakuan dari orang lain tidak lagi menjadi tujuan. Diantara orang orang yang mengalami tingkat kebahagiaan yang luar biasa yang diteliti oleh Cskiszentmihalyi, terdapat seseorang pekerja sederhana yang terkenal karena pengetahuannya khusus yang dimilikinya dan kesediaan untuk saling menolong.
5.      Hindari bekerja dengan rekan rekan kerja yang tidak bahagia. Lingkungan kerja memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kebahagiaan anda. Jika anda dikelilingi oleh staf yang selalu mengeluh dan bertingkah laku negative, akan selalu menyulitkan anda untuk merasakan kehanyutan, disbanding jika anda memiliki staf yang harmonis. Identifikasikan dengan jelas orang-orang yang menderita ketidakbahagiaan kronis dan yang secara tidak sadar mungkin dapat menulari anda. Jauhi orang orang tersebut atau minta pindahkan kebagian atau divisi lain.
6.      Cari pekerjaan yang dapat anda kuasai. Orang orang yang merasa dirinya seperti robot akan kehilangan kemampuan untuk menikmati pekerjaannnya, meskipun pekerjaan mereka menjadi contoh bagi karyawan lain. Jadi gantilah pekerjaan anda, meskipun pekerjaan itu kurang bergengsi dan bayarnya rendah. Orang orang yang menemukan kebahagiaan dalam pekerjaannya akan bekerja dengan baik hingga cepat atau lambat mereka akan memperoleh keuntungan, baik secara financial maupun prestos.
7.      Aturlah waktu luang anda. Sangat mengherankan ternyata lebih mudah menikmati bekerja daripada waktu luang. Terdapat keteraturan dalam bekerja seperti tujuan-tujuan, aturan-aturan, dan tantangan-tantangan. Sebaliknya waktu luang sangat tidak teratur  dan membutuhkan usaha yang lebih besar untuk mengaturnya, hingga bisa dinikmati. So jangan malas untuk membuat rencana untuk mengisi waktu luang anda 
     
     dengan pekerjaan, waktu luang merupakan persoalan serius. Sedemikian pentingnya waktu luang. Pada 1948 perserikatan bangsa-bangsa mendeklarasikan sebagai salah satu hak dasar yang bersifat kodrat bagi manusia. Setengah abad kemudia, kita dibanjiri oleh buku buku. Website,majalah,program televise,berbagai suplemen,majalah khusus,untuk hobi dan kesenangan. Perkara bagaimana untuk memanfaatkan waktu luang sebaik mungkin bukanlah sebuah keprihatinan baru. Duaribu tahun yang lalu, Aristoteles telah menyatakan bahwa salah satu dari tantangan utama yang di hadapi manusia adalah bagaimana memanfaatkan waktu luang. Secara historis, kaum elite kerap kali dianggap sebagai “kelas santai” yang memiliki lebih banyak waktu ketimbang orang lain untuk memikirkan persoalan itu.



DAFTAR PUSTAKA
Savitri,sylivina.77 jurus jitu lolos tes wawancara kerja.Jakarta Selatan:PT. Tangga Pustaka,2010
Seiswert,J.Lothar.Kustenmacher,Tiki.How to Simplify your life.Tanggerang:Agramedia Pustaka,2007




Sabtu, 31 Maret 2012

Pola asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Psikologis anak

Memang benar surga di telapak kaki Ibu, Ibu adalah sosok yang patut untuk kita hormati dan kita lindungi. Ibu yang melahirhirkan kita Ibu yang rela membawa kita dalam kandungannya selama 9 bulan disetiap aktivitasnya. Dan kalau ada yang mengatakan ‘jika kamu membatah orangtuamu sudah pasti menjadi anak durhaka’.itu benar. tetapi sifat dan karakter ibu memang berbeda-beda, ada yang gaul , ada yang protektif , ada yang keras dan ada yang egois . ketika saya amati dari curhatan teman-teman banyak yang menyebutkan cenderung orangtua ingin “selalu benar” karena dia merasa sebagi ‘orangtua’ dia sudah pasti harus benar. Namun saya kurang setuju dengan kata-kata yang menyebutkan orangtua selalu benar. Orangtua memang patut kita hormati tapi orangtua juga manusia yang tak luput dari rasa bersalah. Tapi disinilah terkadang orangtua entah mengapa seperti lupa akan itu dan anak yang menjadi korban. Ketika seorang anak ingin membela dirinya dengan perkataan yang halus saja sudah di judge ‘melawan’ bahkan anak benar pun orangtua tetap berusaha menunjukan bahwa dia merasa tidak terlalu bersalah.
Sebenarnya hal seperti ini bukan suatu yang benar menurut saya, karena hal semacam ini bisa mempengaruhi Psikologi anak. Terkadang anak jadi berfikir lebih matang sebelum usianya. Anak jadi merasa serba salah dalam bertindak dan takut dalam bertindak. Manusia itu uniqe, sama seperti anak, setiap anak mempunyai emosi dan cara mengekspresikan sesuatu yang berbeda-beda. Ketika seorang anak yang mempunyai sifat yang mengekspresikan sesuatu terlalu berlebihan, ketika dia mempunyai masalah dengan orangtuanya yang sebagaimana dia yakini bahwa dia tidak bersalah tetapi orangtua bersifat egois dan kurang mengerti perasaan si anak dampaknya itu hanya akan membuat dia  seperti anak yang tidak punya sandaran (tempat curhat ) anak menjadi sering murung, sensitive dan lebih sering menangis ketika ada hal-hal yang membuatnya sedih. Setiap hatinya terluka atas perkataan-perkataan ibunya dia hanya bisa menangis dan menelannya endri karena dipikirannya percuma ‘pasti orangtua yang selalu benar’. Tapi memang benar orangtua tidak akan marah jika anak tidak melakukan kesalahan namun, masih banyak kasus anak yang dimarah-marahi orangtua tanpa sebab, atau bahkan orangtua yang selalu mencari-cari kesalahan anaknya. Kalau anak tersebut mempunyai mental yang kuat mungkin dia bisa lebih tegar dan dewasa menghadapi permasalahannya namun, yang di khawatirkan bila anak ini mempunyai mental yang lemah dengan kejadian seperti ini sudah banyak anak mengalami Stress atau bahkan Gangguan Jiwa ketika masalah sudah memuncak seorang anak yang sampai tega diusir oleh ibu kandungnya sendiri.


TEORINYA
Setiap keluarga memiliki pola asuh yang berbeda-beda. Pola asuh ini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak selain hubungannya dengan ibunya. Pola asuh ini juga berpengaruh terhadap keberhasilan keluarga dalam mentasfer dan menanamkan nilai nilai agama, kebaikan, norma norma yang berlaku di masyarakat. Pola asuh anak meliputi interaksi antara orangtua dan anak dalam pemenuhan kebutuhan fisik dan psikologis.
Bersikap kaku atau menghukum kepada anak adalah sama dengan mendorong mereka menjadi tidak bermoral. Tidak memiliki batas internal dan aturan. Dan rentan pada otoritarianisme. Perlakuan yang sama menjadikan mereka permisif- satu sisi yang baik. Walkerdine dan Lucy (1989) dengan efektif menyoroti masalah ini dalam menafsirkan analisis Tizard dan Hughes (1989) tentang perbedaan kelas dalam pembicaraan ibu dan Anak. Mereka menyimpulkan bagaimana pemujaan yang luar biasa terhadap “sifat Ibu yang peka” berfungsi mempatologis perempuan kelas pekerja yang gagal menunjukan perilaku-perilaku yang disaratkan tersebut.
Ada 3 jenis pola asuh menurut Hurlock dan Hardy dan Heyes:
1.      Pola asuh Otoriter
2.      Pola asuh Demokratis
3.      Pola asuh Permisif

Pola asuh Otoriter biasanya keluarga yang menganut pola asuh ini anak anaknya tidak meiliki kebebasan untuk menentukan keputusan bahkan untuk dirinya sendiri karena semua keputusan berada ditangan orangtuanya dan di buat oleh orangtuanya, sementara anak harus mematuhi tanpa ada kesempatan untuk menolak ataupun mengemukakan pendapat. Cirri khas pola asuh ini diantaranya adalah kesuksesan orangtua dominan jika tidak boleh dikatakan mutlak, anak yang tidak mematuhi orangtua akan medapat hukuman yang keras, pendspat anak tidak di dengarkan sehingga anak tidak memiliki eksistensi dirumah, tingkah laku anak dikontrol dengan sangat ketat.

Pola asuh Demokratis menjunjung keterbukaan pengakuan terhadap pendapat anak dan kerjasama, anak anak diberi kebebasan tapi kebebasan yang bisa dipertanggungjwabkan . anak diberi kepercayaan untuk mandiri tapi tetep dipantau. Ciri yang kental dari pola asuh ini adalah adanya diskusi anatara anak dan orangtua. Kerja sama berjalan baik antara anak dan orangtua. Anak diakui eksistensinya. Kebebasan berekspresi diberikan kepada anak dengan tetap berada dibawah pengawasan orangtua.

Pola asuh Permisif orangtuanya memberikan kebebasan penuh terhadap anak. Cirinya orangtua, bersikap longgar tidak terlalu memberi bimbingan dan control , perhatian pun terkesan kurang, kendali anak sepenuhnya terdapat pada anak itu sendiri.
Anak dapat mempelajari banyak hal melalui pola asuh yang dilakukan orangtua, termasuk juga belajar tentang kepribadian, ketiga jenis pola asuh ini akan menimbulkan terbentuknya kepribadian anak yang berbeda, artinya jenis pola asuh yang diterapkan orangtua kepada anaknya menentukan keberhasilan pendidikan anak oleh keluarga dan jangka panjangnya juga terhadap kesuksesan anak dimasa depan.
Tampaknya pola asuh Demokratis lebih kondusif dalam pendidikan anak. Hal ini terbukti dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Baumrind. Penelitian tersebut menunjukan bahwa orangtua yang demokratis lebih mendukung perkembangan anak terutama dalam hal kemandirian dan tanggung jawab. Serta agresif, sedangkan orangtua yang permisif mengakibatkan anak kurang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan diluar rumah.

Menurut Arkoff anak yang dididik secara demokratis umumnya cenderung mengungkapkan agresivitasnya dalam tindakan yang konstruktif atau dalam bentuk kebencian yang bersifat sementara. Artinya jika pun marah, kemarahannya tidak akan berlarut-larut apalagi sampai mendendam. Disisi lain anak yang di didik secara otoriter atau ditolak akan memiliki kecenderungan untuk mengungkapkan agresivitasnya dalam bentuk tindakan tindakan yang merugikan. Semwntara itu anak yang di didik secara permisiv cenderung mengembangkan tingkah laku agresif secara terbuka atau terang-terangan.

Menurut Middlebrook hukuman fisik yang biasanya diterapkan dalm pola asuh otoriter kurang efektif untuk membentuk tingkah laku anak. Hal itu dapat menyebabkan beberapa masalahnya diantaranya sebagai berikut:
-        1.   Menyebabkan anak marah dan frustasi secara psikologi tentu sangat menganggu pribadi anak sndri sehingga anak juga tidak akan bisa belajar optimal
-        2.   Timbulnya perasaan perasaan menyakitkan atau sakit hati pada diri anak yang mendorong tingkah laku agresif
-        3.   Akibat hukuman hukuman itu dapat meluas sasarannya dan lebih membawa efek negative. Misalnya anak menahan diri atau memukul atau merusak hanya ketika orangtua ada didekatnya. Tetapi akan segera melakukan tindakan merusak setelah orangtua tidak ada.
-         4.  Tingkah laku agresif orangtua akan menjadi contoh bagi anak sehingga anak akan menirunya.


Hasil penelitian Rohner menunjukan bahwa pengalaman masa kecil seeorang sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian (karekter atau kecerdasan emosinya). penelitian yang menggunakan teori PAR ( parental acceptance rejection) menunjukan bahwa pola asuh orangtua baik yang menerima (acceptance) atau yang menolak (rejection) anakanya, akan mempengaruhi perkembangan emosi, prilaku, sosial kognitif, dan kesehatan fungsi psikologisnya ketika anak dewasa kelak. 

Cintai dan Sayangi Anak-anak
Anak yang mendapatkan cinta dan kasih sayang yang cukup dari orangtua nya akan dapat menghadapi masalah yang menghadangnya ketika mereka berada diluar rumah dan menyelesaikannya dengan baik. Sebaliknya, jika anak anak terlalu dicampuri urusannya atau orang tua terlalu memaksakan kehendaknya, anak akan merasa diintervensi dan pada akhirnya akan menghalangi membentuk pribadi yang sempurna.

Saling menghormati antara kedua Orangtua dan Anak
Hormat bukan berarti takut. Orangtua harus punya ketegasan tapi tetap mengakomodasi keinginan dan permintaan yang logis dari anak. Orangtua juga tidak boleh kebal kritik. Saling menghormati artinya anak dan orangtua tetap menciptakan kasih sayang, namun tetap menjaga hak-hak nya. Orangtua harus tetap menjaga hak-hak hukumnya. Jangan sampai ingin menciptakan suasana kasih sayang hokum-hukum yang telah dibuat keluarga menjadi longgar. Itulah sebabnya, orangtua tidak boleh otoriter dan anak-anak tidak boleh permisif. Keduanya harus berjalan beriringan dan saling menghargai.

Mewujudkan kepercayaan
Kepercayaan diri pada anak sangat penting. Kepercayaan anak-anak terhadap dirinya sendiri akan membuat mereka mudah menerima kekurangan yang ada pada dirinya. Berilah kepercayaan kepada mereka dan hargailah. Menghargai dan memberikan kepercayaan terhadap anak anak berarti memberikan penghargaan dan kelayakan terhadap mereka. Penghargaan dan kepercayaan yang diberikan orangtua akan membuat anak menjadi mandiri,maju, dan selalu berusaha berani dalam bersikap. Mereka menjadi lebih percaya diri dan yakin dengan kemampuan sendiri.


DAFTAR PUSTAKA
Gunarsa, D.Singgih.Dasar dan teori Perkembangan Anak.Jakarta: PT EBK Gunung Mulia, 2008
Fathi,bunda.Mendidik Anak Dengan Al-Quran.Jakarta:Grasindo,2007

Skizofrenia (kesehatan mental)

Saya percaya tidak ada yang mau seorang ibu (orangtua) yang menginginkan anaknya lahir dengan tidak normal. Tapi tidak dengan ibu x (nama disamarkan), beliau tidak tau bahwa anak yang ia lahirkan ternyata beda dengan anak yang lainnya, secara kasat mata anak ini tidak mengalami kelainan, namun siapa yang sangka anak ini mengalami kelainan di “jiwa”.
pada masa kehamilannya ibu x ini sama seperti layaknya ibu pada lainnya tidak merasakan adanya perbedaan. Tetapi sewaktu kandungannya memasuki bulan ke-7 ibu x menceritaan ada yang keluar dari organ wanitanya seketika ia sedang buang air kecil, ia mengeluarkan cairan berwarna putih encer, cairan itu kurang lebih 1 gelas beling. Tapi ibu x tidak menaruh curiga yang berlebih karna faktor ketidaktauannya beliau ibu itu hanya mengadu kepada ibunya. Ibu x ini memang bekerja sebagai seorang pegawai negri di Jakarta. Lalu setelah anak itu lahir bayinya normal,sehat dan lucu. Seiring berjalannya waktu anaknya tumbuh dewasa. anak ini sudah mulai mengalami gejala pada bangku SD nilai-nilainya anjlok semua disbanding anak-anak yang lainnya. Dia juga sering menunjukan keanehan ia sering sekali melamun dan menyindiri, disekolah dia juga sulit untuk bergaul apalagi berosialisasi dampaknya anak ini tambah sering dikucilkan di kelas. Berjalannya waktu dr SD ke SMP pun sama nilai anak ini memang rendah sekali bisa dikatakan IQ nya rendah dia susah untuk menerima pelajaran. Berkat campur tangan orangtuanya kepada guru dan kepala sekolah anak ini barulah bisa lulus dari sekolah, di SMA juga sama tidak ada perubahan nilai nya merah semua dan ia jarang masuk dia lebih memilih untuk menyendiri namun disini gejolak anak ini sudah mulai besar dia hanya bertahan pada pada tingkat 2 SMA, dia sudah tidak mampu lagi untuk bersekolah. Anak ini adalah seorang kakak dari adik perempuan yang beda usianya sekitar 6 tahun. Tapi allhamdulillahnya adiknya tumbuh menjadi anak yang normal sehat jasmani maupun rohani.
Sekitar umur 22 tahun anak ini baru menunjukan tingkah laku yang parah karena dia lebih tidak bisa terkontrol emosinya, sering melamun dan ketawa sendiri, dan bahkan parahnya lagi anak ini menunjukan gejala yang negativ dia malas sekali mandi dan dia mau mandi kalau dimandikan, perubahan perubahan yang negative justru malah terlihat jelas. Sejak anak ini SMP ibu ini sudah membawa anaknya ke dokter Psikiater. Memang sejak SMP anak ini sudah diberi obat untuk meredam emosinya hingga sekarang. Perubahan yang drastis terjadi justru dikala usianya menginjak dewasa banyak sekali hal hal yang diluar logika. Dokter mendiagnosis anak ini mengalami penyakit Skizofrenia. Setelah diselidiki dan diamati anak ini mengalami skizofrenia karena ada faktor keturunan juga. Ade dari ibu tersebut juga mengalami penyakit yang sama cuma berbeda jenis masalahnya. Ade ibu tersebut pun juga rutin berobat ke Dokter Psikiater. Berbeda dengan Om-nya (ade ibu x) Om-nya justru lebih aktif dalam berbicara dia mampu bergaul bersosialisasi bahkan dia mampu bekerja dan bahkan sekarang pun dia sudah bekerja. Keluhanya adalah dia sering diikuti oleh orang yang akan menjahatinya. Sedangkan anak ibu x justru kebalikannya dia cenderung pasif,sulit bergaul, dan negativnya anak tersebut pamalas. Dan kejengkelannya lagi anak ini bersikap terlalu manja kepada ibunya dari pada anggota keluarga lainnya, dia kerap seperti mencurahkan isi hatinya dengan cara yang salah. Dia senang berbicara berulang kali yang kadang di dengar bikin menjengkelkan. Suka bertanya hal hal yang tidak logika seperti setiap mau makan minta diambilkan dan bertanya berulang kali ‘sendok udah diambilin ? siapa yang ambilin?’ padahal pada kenyataannya sendok sudah dia pegang ditangannya. Hal hal seperti itu kadang yang membuat di dalam keluarga suka kehilangan kesabaran dan akhirnya ribut. Tapi anak ini yang di dengar hanya mamahnya, dia seperti orang buta dan tuli ketika ada mamahnya. Yang mau ia dengar hanya mamahnya. Dan negativnya lagi anak ini seperti bangga bahwa dia ‘sakit’ karena yang dipikirannya seperti kalau dia sakit dia tidak akan bisa melakukan kegiatan apapun (pemalas) dan ibunya pun akan terus mengurusi dia. Bahkan dokter pun setiap control sudah membujuk supaya anak ini mau mandi sendiri tetapi dia bisa marah pada saat itu juga di depan dokter sekali pun dan berkata “dia gak mampu untuk mandi sendiri”.
Tapi persamaan yang kuat antara keduanya ialah sama-sama mempunyai kecurigaan yang tinggi dan ketakutan yang besar. Hingga sampai sekarang pun anak ini berusia 25 tahun anak tersebut masih dimandikan, dia tidak mau mandi jika tidak ada yang mau mandikan. Jelas sekali memiliki anak seperti ini harus memiliki ekstra sabar yang kuat, kerap kali dirumah dalam keluarga terjadi beda pendapat karena ulah anak ini. Ayahnya pun juga sudah mulai pasrah dan menerima kenyataan ini.
Dari semua kejadian ini ibu x hanya bisa pasrah dan berdoa semoga anaknya diberi mukzizat. Dan ibu x meyakini semua yang terjadi karena sudah campur tangan Allah dan anak bagaimanapun adalah titipan. Dan dia percaya anak yang dititipkan Allah kepadanya itu membuktikan bahwa dia adalah orang-orang terpilih dari Allah. Dan cairan yang keluar pada saat kehamilannya berusia bulan ke 7 mungkin itu sebenarnya suatu pertanda awal. Mungkin cairan putih itu adalah sel sel otak yang keluar. Karena kata Dokter anak mengalami Skizofren selain karna keturunan dll bisa juga karena cairan diotak yang tidak seimbang.


TEORINYA

Skizofrenia merupakan sindrom klinik, merupakan gangguan psikotik yang sering dijumpai dan merupkan masalah jiwa yang paling sering di jumpai di Negara Negara berkembang. Berbagai konsep dan teori psikoanalitik serta psikodinamik sebagai penyebab terjadinya skizofren masih ditambah lagi teori genetic dan neuroimonologi. Maka dapat dikatakan bahwa penyebab terjadinya skizofren adalah multi kompleks atau multifaktorial.

Para ahli Humanistik-eksistensial berpendapat bahwa skizofrenia itu bukan suatu gangguan melainkan suatu bentuk alternative penyesuaian diri. Mereka menyebutkan bahwa tingkah laku skizofrenik disebut abnormal karena tingkah laku tersebut menyimpang dari pola tingkah laku yang diterima oleh kebanyakan orang.

Para ahli Psikodinamik memberikan penjelasan yang menarik untuk skizofren dan penjelasan ini membantu kita untuk menjelaskan simtomatologi. Akan tetapi pendekatan ini tidak terlalu mengungkap tenang macam macam skizofrenia karena kita perlu memikirkn pnjelasan tambahan. Yakni penjelasan penjelasan yang dikemukakan oleh pendekatan mungkin menempatkan kita dalam suatu posisi yang lebih baik untuk memahami skozofrenia.

Pendekatan Kognitif terhadap skizofrenia berbeda dari pendekatan pendekatan lainnya karena pendekatan ini mulai dengan suatu dalil bahwa individu individu yang menderita skizofren memiliki pengalaman pengalaman yang berbeda dari oranglain. Secara lebih khusus dikemukakan bahwa orang orang yang menderita skizofren tidak dapat menyaring stimulus stimulus yang tidak relavan dan akibatnya mereka syarat dengan atau kebanjiran stimulus.

Menurut pendekatan Fisiologis skizofrenia itu disebabkan oleh aktivitas dopamin yang tinggi pada daerah daerah otak yang mengatur emosi dan fungsi kognitif. Pengembangan obat obat bius belakangan ini serta obat obatan penenang lainnya jelas mengubah perawatan terhadap skizofrenia. Meskipun terlalu pagi untuk menilai dampak jangka panjang dari bentuk perawatan dengan obat obatan ini, namun dapat dipastikan bahwa obat-obatan ini merupakan sarana efektif untuk mengendalikan simtom-simtom.

Dikemukakan juga bahwa otak dari orang orang yang mnderita skizofrenia mengalami abnormalitas-abnormalitas structural ( vertikulus – vertikulus membesar, atrofi kortikal, asimetri serebal terbalik ). Ada kemungkinan bahwa skizofrenia memiliki 2 penyebab ;
1. Penyebab biokimiawi yang menyebabkan simtom-simtom positif
2. Penyebab structural yang menyebabkan simtom-simtom negative
Beberapapasien mungkin menderita dari dua penyebab tersebut bersama dengan simtom simtom nya.

Teori biologi Skizofrenia berfokus pada faktor genetic, faktor neuroanatomi, dan neurokimia (struktur dan fungsi otak), serta imunovirologi (respons tubuh terhadap pajanan suatu virus).

Faktor genetik kebanyakan penelitian genetic berfokus pada keluarga terdekat, seperti orang tua, saudara kandung, dan anak cucu untuk melihat apakah skizofrenia diwariskan atau diturunkan secara genetic. Hanya sedikit yang memfokuskan kepada kerabat yang lebih jauh. Bukti yang mendasar genetic untuk skizofrenia adalah (1) skizofrenia lebih banyak terdapat pada sanak saudara dari orang orang yang menderita skizofrenia (2) kemungkinan besar kembar indentik (mz) sama sama menderita skizofrenia dibandingkan kembar bersaudara (dz) (3) kemungkinan lebih besar anak anak bologis dari orang orang yang menderita skizofren yang diasuh oleh orang orang rumah mengembangkan skizofrenia dibandingkan dengan anak anak biologis dari orang orang yang diasuh oleh orang orang normal (4) pemeriksaan langsung terhadap gen gen memberikan suatu bukti yang menghubungkan gen pda kromosom 5 dengan skizofrenia.

Fisik . banyak pasien skizofrenia berbadan astenik dan dalam kasus yang telah didiagnosis pasti, sirkulasi tepinya mungkin buruk, ekstemitas asianotiknya dingin dan amenero.

Kerusakan otak. Bukti belakangan ini ada bukti dialtasi ventriculus cerebi dan disorientasi usia pada skizofrenia kronika membuat kemungkinan ada penyebab organic. Infeksi virus lambat telah disusulkan sebagai satu kemungkinan.


DAFTAR PUSTAKA 

Ofm, Semiun.Yustinus.Kesehatan Mental 3.Yogyakarta:Kanisius, 2006
Supratiknya, A.Teori-Teori Holistik (organismik-fenomenologis).Yogyakarta:Kanisisus, 1993
Wicaksana,Inu.Mereka bilang aku sakit jiwa. Yogyakarta:Kanisius, 2008
Ingram,I.M. Timbury,G.C. Mowbray, R.M.Catatan kuliah Psikiatri.Jakarta:Kedokteran EGC, 1985